Diet Praktis Dengan Tidur Cukup

Diet Praktis Dengan Tidur Cukup
Ketika anda tidak mampu tidur dengan cukup setiap harinya, terlebih lagi jika ditambah dengan stress yang muncul akan menjadi gangguan buat anda dan sangat mempengaruhi kesehatan, Terutama jika anda sendang menjalankan program diet untuk menurunkan berat badan.

Sebuah studi di amerika serikat mengatakan bahwa jka anda tidak mendapatkan tidur yang cukup setiap harinya dan anda juga mengalami stress, maka anda tidak akan bisa menurunkan berat badan anda secara efisien.

Hal ini disebabkan karena, jika anda mengalami stress dan tidak cukup tidur, maka akan memicu anda untuk makan lebih banyak. Ini karena tubuh anda memproduksi lebih banyak kortisol, yang menyebabkan produksi glukosa dan insulin menjadi naik. Akibatnya akan terjadi penumpukan lemak dalam tubuh anda.

Dr Shireen Fatemi (Kepala Endokrinologi di Kaiser Permanente Panorama City, LA, US) mengatakan "Jika anda stres dan Anda tidak tidur, Anda makan lebih banyak".

Tidur yang cukup dan cocok untuk program diet adalah tidak lebih dari delapan jam setiap hari. Disamping itu juga untuk menurunkan berat badan perlu juga anda melakukan olahraga yang cukup dan jauhi stress. Ini akan sangat membantu dalam penurunan beberapa pon berat badan anda.

Semoga bermanfaat.

Ibu Hamil Tidak Boleh Minum Obat

Ibu Hamil Tidak Boleh Minum Obat
Ibu hamil tidak boleh minum obat? Siapa bilang? Boleh-boleh saja wanita yang sedang hamil minum obat, hanya saja harus berhati-hati dan diperhatikan sakitnya apa plus obat apa yang akan diminum, karena tidak semua obat aman bagi wanita hamil. Ada obat-obat tertentu yang tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, karena dapat menembus sawar plasenta dan teratogen bagi janin yang berakibat akan lahir cacat.

Untuk itu, bagi para ibu yang sedang mengandung, wajib diperhatikan obat yang akan dikonsumsinya ketika ada keluhan sakit. Misalnya saja ibu butuh anti nyeri atau pusing. Maka ibu akan relative aman minum paracetamol daripada asam mafenamat. Biasanya obat-obat dijual bebas di pasaran dengan mencantumkan peringatan dan perhatian apakah obat tersebut aman atau tidak bagi wanita hamil.

Barikut daftar obat yang dilarang penggunaannya bagi wanita hamil, karena memang dapat menimbulkan cacat pada janin.

Amitacin
Azathioprin
Candesartan
Captpril
Carbamazepine
Cilazapril
Cyproteron
Cytostatika
Danazol
Doxycycline
Enalapril
Eprosartan
Ethosuximide
Fluoxymesterone
Ganciclovir
Gentamicin
Griseofulvin
Hepattits A/B Imunoglobulin
Irbesartan
Kinidin
Kinin
Lisinopril
Lithium
Losartan
Lynestrend
Nandrolon
Netilmicin
Penicilamin
Phenobarbitone
Phenytoin
Primidone
Retinol
Quinapril
Talidomide
Testosteron
Tetracycline/Oxy-T
Tobramycin
Vaccins
Valproicacid
Valsartan
Vigabatrin

Dari obat tersebut, ada obat-obat yang dalam kondisi darurat masih dapat digunakan, misalnya obat antiepiletika dari kelompok benzediazepin. Bila perlu, obat ini dapat diberikan selama kehamilan karena resiko timbulnya penyimpangan pada janin lebih besar daripada bila tanpa pengobatan. Manfaat obat bagi ibu harus juga diseimbangkan dengan resiko bagi janin, jika manfaatnya masih disangsikan hendaknya obat jagnan diberikan dan tidak diminum. Obat hanya diminum jika manfaatnya lebih besar daripada resiko yang ditimbulkannya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Silahkan berikan komentar anda, atau pertanyaan sehubungan dengan artikel tersebut pada kotak komentar yang telah disediakan